Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


LOCAL GO WILD - FREE!magz

View previous topic View next topic Go down

LOCAL GO WILD - FREE!magz

Post by ikanlucu on Tue May 27, 2008 11:30 am

LOCAL GO WILD
“Life is either a great adventure or nothing.”
Helen Keller quotes (American Author and Educator who was blind and deaf. 1880-1968)



Siapa bilang Anda harus pergi jauh ke luar negeri untuk merasakan sensasi petualangan yang sesungguhnya? Negara ini menyimpan puluhan situs yang menakjubkan untuk menyalurkan adrenalin petualang yang mengalir dalam diri Anda. Beberapa di antaranya bahkan menjadi situs alam yang dilindungi secara internasional. Sesaat Anda Anda akan menemukan 7 destinasi hebat untuk Anda kunjungi. Have a great adventure! (momo)

1. Wanawisata Tanjung Papuma



Bagi kalangan wisatawan lokal, Tanjung Papurna tak ubahnya sebuah 'surga'. Selain menyuguhkan berbagai panorama yang menyejukkan hati, daratan kecil yang menjorok ke laut di pantai utara Jawa Timur ini juga menyimpan beragam flora dan fauna khas tropis. Siapa pun yang sempat mengunjungi pantai landai berpasir putih ini tak pernah bosan menikmatinya. Kondisi geografisnya yang stabil, bahkan telah menjadikan keelokan kawasan wisata dapat dinikmati dalam cuaca apa pun, baik di musim kemarau maupun ketika musim penghujan tiba.

Kawasan wisata hutan dan pantai yang memiliki luas sekitar 50 hektar itu terletak di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember. Nama Papuma sendiri terbentuk sebagai akronim dari Pasir Putih Malikan. Kata ''tanjung'' ditambahkan di depannya, untuk menggambarkan posisi pantai yang menjorok ke laut arah barat daya dari wilayah itu. Selain pantainya, hutan yang terleak di sisi lainnya juga jadi daya tarik obyek wisata ini.

Bila tidak sedang murka, ombak Tanjung Papuma terasa cukup tenang. Permukaan laut yang berwarna hijau kebiru-biruan selalu mengundang setiap pengunjung untuk berenang atau sekadar menyentuhkan kaki di riak ombak yang bergulir ke pantai. Saat itu pula setiap wisatawan digoda untuk melayarinya. Lebih dari itu semua, pasir putihnya yang sangat halus dan tak pernah meninggalkan rasa gatal di kulit juga menjaadi magnet mampu menyedot wisatawan lokal untuk menyukai Tanjung Papuma.

Keasrian panorama atol-atol di sekitar Papuma akan semakin elok bila dipandang dari Sitihinggil, sebuah menara di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma. Menara itu sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat pelancong menatap seluruh panorama di kawasan Papuma, sekaligus untuk tempat pemantuan keamanan satwa-satwa yang ada di kawasan itu. Dari sana pula setiap pengunjung bisa menikmati pemandangan gugusan pulau-pulau karang kecil. Pulau-pulau karang itu, semuanya memiliki sebutan sendiri. Masing-masing sebutan menggunakan nama-nama dewa dalam dunia pewayangan: Batara Guru, Kresna, dan Narada.

Berwisata di Papuma terasa tak lengkap bila kita tak mengenyam kehidupan nelayan setempat di saat senja tiba. Beberapa jam menjelang matahari terbenam, puluhan nelayan asal dusun Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, selalu tampak menepikan perahu dan jaringnya. Hasil tangkapan mereka berupa ikan krapu, putihan, kakap, tongkol, maupun tuna, dapat langsung dibeli dan dibakar di atas perapian alam dari ranting-ranting kayu kering di tepi pantai.

2. Sempu Pulau Cagar Alam

img]http://freemagz.com/images/stories/06/06-19/mainarticle2.jpg[/img]

Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau. Sebagai tempat wisata alam, Pulau Sempu memiliki alasan kuat untuk bisa disebut sebagai daerah tujuan wisata yang menarik. Karena konon kabarnya di pulau tersebut ada lebih dari 80 jenis burung yang dilindungi.

Di samping itu juga masih ada babi hutan (Sus scrofa), muncak (Muntiacus muncak), serta kancil (Tragulus javanicus), juga lutung jawa (Trachypithecus auratus). Dan yang paling menarik serta merangsang rasa ingin tahu, yaitu (konon kabarnya) jika beruntung bisa menemui jejak-jejak macan tutul (Panthera pardus). Di samping itu juga masih ada babi hutan (Sus scrofa), muncak (Muntiacus muncak), serta kancil (Tragulus javanicus), juga lutung jawa (Trachypithecus auratus). Dan yang paling menarik serta merangsang rasa ingin tahu, yaitu (konon kabarnya) jika beruntung bisa menemui jejak-jejak macan tutul (Panthera pardus). Dalam kondisi air laut surut bahkan bisa berjalan kaki dari Pulau Jawa ke Pulau Sempu langsung. Sayangnya ini tidak bisa kami lakukan ketika itu karena kami baru berangkat dari Surabaya lewat tengah malam.

Dengan kondisi alamnya yang kaya akan flora dan fauna langka yang masuk daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), Pulau Sempu tidak dibangun menjadi wisata sebagaimana biasanya. Sehingga tidak ada fasilitas akomodasi di pulau tersebut. Kalau mau bisa mendirikan tenda di pulau itu, tentu dengan seizin petugas pengawas cagar alam yang berkantor di Sendangbiru yang terletak tepat di seberang Pulau Sempu.

Keindahan lain yang bisa ditemui di Pulau Sempu adalah bagaimana bisa berenang di air yang amat jernih tanpa harus takut terseret gelombang. Apalagi mengingat perairan sekitar pulau ini adalah perairan laut selatan atau Laut Indonesia yang bergelombang besar. Di Sempu terdapat telaga yang disebut dengan Segara Anakan. Tempat ini lebih mirip telaga kecil yang dikelilingi batu karang yang membatasinya dengan laut. Suplai air ke telaga ini berasal dari karang yang berlubang besar di tengahnya, yang secara periodik menyajikan pemandangan indah percik-percik air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan. Selain berenang di kolam raksasa ini, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai. Bagi yang menyukai suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.

3. Taman Nasional Meru Betiri



Terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui jalan darat dari Surabaya dengan waktu sekitar lima jam. Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) memiliki tiga ekosistem berbeda yakni mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah. Taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan langka yaitu bunga raflesia (Rafflesia zollingeriana), dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), api-api (Avicennia sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), bungur (Lagerstroemia speciosa), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus), dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Selain itu, Taman Nasional Meru Betiri memiliki potensi satwa dilindungi yang terdiri dari 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Satwa tersebut diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu ridel/lekang (Lepidochelys olivacea).

Taman Nasional Meru Betiri terkenal sebagai habitat terakhir harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica) yang langka dan dilindungi. Sampai saat ini, satwa tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi dan diperkirakan telah punah. Punahnya harimau loreng Jawa berarti punahnya tiga jenis harimau dari delapan jenis yang ada di dunia (harimau Kaspia di Iran, harimau Bali dan harimau Jawa di Indonesia).

Taman nasional ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu merupakan habitat penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel/lekang di Pantai Sukamade. Di pantai tersebut dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu agar tidak punah.

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi di TNMB antara lain Pantai Rajegwesi. Di pantai tersebut, Anda dapat melakukan wisata bahari, berenang, pengamatan satwa atau tumbuhan serta wisata budaya (nelayan tradisional). Di padang rumput Sumbersari, dapat dilihat aneka satwa seperti sambar, rusa, kijang. Pantai Sukamade cocok untuk kegiatan berkemah, berselancar angin, dan pengamatan flora dan fauna, terutama aktivitas penyu yang sedang bertelur. Adapun penjelajahan hutan, wisata bahari, dan berenang dapat dilakukan di Teluk Hijau.

4. Kepulauan Karimunjawa
Karimunjawa , salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara adalah merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang, dipisahkan lautan dengan daratan Jawa yang berjarak 45 mil laut dari ibukota Kabupaten dan 60 mil laut dari ibukota propinsi, merupakan untaian pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau dengan luas 7129 ha serta luas perairan 107.225 ha. Nama Karimunjawa konon diambil dari kata ( Keremun = Jawa ) atau samar-samar, maksudnya adalah gugusan pulau ini bila dilihat dari darata jawa kelihatan (keremun-keremun / samar-samar). Nama tersebut konon diberikan saat Sunan Nyamplungan datang ke Karimunjawa (orang pertama kali datang menginjakkan kaki didaratan karimunjawa).

Sunan Nyamplungan adalah salah satu putra Sunan Muria yang hijrah ke karimunjawa , yang namanya diabadikan dari tempat makamnya yaitu gunung Nyamplungan diwilayah desa Karimunjawa. Dalam hijrahnya ke Karimunjawa beliau diantaranya membawa bekal Pecel Lele dan Tongkat . Lele yang dipecel sudah barang tentu sudah dibuang patilnya. Dari legenda ini dikaitkan dengan jenis lele Karimunjawa yang tidak berpatil yang sekarang banyak dijumpai di dukuh Legon Lele dilereng gunung. Sedangkan Tongkat Kayu konon setelah ditancapkan ditanah tumbuh menjadi Pohon Dewondaru yang terkenal sampai sekarang.

Pada tahun 1986 Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa sebagian kepulauan Karimunjawa dan perairan sekitarnya yang meliputi luas 111,625 Ha telah ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut yang kemudian dikembangkan sebagai Taman Nasional Laut. Taman Nasional Karimunjawa selain sebagai sarana penelitian mengenai pengelolaan kawasan dan kegiatan rekreasi juga merupakan sarana penelitian yang sangat potensial mengenai tipe ekologi vegetasi hutan hujan tropik, vegetasi mangrove, ekologi perairan dengan terumbu karang serta keanekaragaman ikan hiasnya.

Jenis terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa merupakan terumbu karang pantai/tepi (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan jenisnya mencapai 51 genus, lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias. Dua jenis biota yang dilindungi yaitu akar bahar/karang hitam (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica). Biota laut lainnya yang dilindungi seperti kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.

Di sekitar Pulau Kemujan terdapat bangkai kapal Panama INDONO yang tenggelam pada tahun 1955, dimana pada saat ini menjadi habitat ikan karang dan cocok untuk lokasi penyelaman (wreck diving). Dari gugusan pulau-pulau yang berjumlah 27 buah, lima buah pulau diantaranya telah berpenghuni yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Pulau Karimunjawa menjadi pusat kecamatan yang berjarak ± 83 km dari Kota Jepara (pusat pengrajin ukiran kayu yang terkenal di Indonesia).

...to be continued....

ikanlucu

Posts : 55
Points : 53
Reputasi : 0
Join date : 2008-05-26

View user profile

Back to top Go down

Re: LOCAL GO WILD - FREE!magz

Post by ikanlucu on Tue May 27, 2008 11:30 am

5. Bromo, Gunung Suci Masyarakat Tengger
Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno, Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Perjalanan untuk menuju ke pusat obyek wisata terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi.

Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun mengetahui gunung Bromo itu berbahaya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.

Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

6. Ijen, Danau Kawah Terbesar di Dunia
Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka nikmati mulai dengan cara berkemah di Paltuding. Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal menunjukkan bahwa. keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik.

Di Puncak Gunung Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.

Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana sering rusal karena terjadi longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.

Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.

7. Semeru, Puncak Tertinggi di Jawa
Pernahkah anda membayangkan untuk berdiri di puncak tertinggi di Jawa? Di sinilah tempatnya, Semeru, dengan kawah aktifnya, berada di ujung selatan gugusan pegunungan Bromo Tengger, Jawa Timur. Jika kita berdiri di puncak Mahameru, maka kita telah menginjakkan kaki kita di ketinggian 3676 mdpl, bersebelahan dengan kawah Jonggring Saloko dan menghadap Samudra Indonesia di arah selatan. Semeru memiliki ketinggian 3774 mdpl sampai terjadinya letusan besar pada 1973 dan tetap aktif hingga sekarang. Pada perjalanan menuju puncak akan dijumpai danau alam dan padang rumput serta hamparan edelweiss yang sangat luas.

Diperlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang. Dengan menggunakan Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di Pos Ranu Pani terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl. Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Arcopodo. Berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

SUMBER : WWW.BACKPACKINGINDONESIA.COM


BACKPACKINGINDONESIA.COM
Eksplorasi alam bebas, baik itu taman nasional, gunung, laut dan tempat-tempat indah yang lain merupakan minat utama kami. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki, kami mencoba untuk berbagi dengan membuat event perjalanan eksplorasi keindahan alam.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa petualangan alam bebas adalah aktivitas yang sangat menarik namun jauh dari arti kata "nyaman". Tapi disini kami berusaha untuk mengadakan perjalanan yang tidak hanya jauh lebih menarik namun juga dengan tingkat kenyamanan yang bisa kita nikmati bersama.

Jika anda pernah mendengar konsep "ekowisata", maka hal inilah yang selama ini kami coba untuk ciptakan. Sebuah konsep dimana kami berusaha untuk mengajak dan mendorong unsur lokal untuk dapat mengelola keindahan alamnya. Dan kami mencoba untuk memberikan timbal balik yang menguntungkan pada masyarakat lokal dan juga kepada kehidupan alam bebas itu sendiri.

>> Informasi tentang BackpackingIndonesia.com : (021) 596 3266 (Yuda) / (021) 599 4327 (Aris).

sumber : FREE!magz

ikanlucu

Posts : 55
Points : 53
Reputasi : 0
Join date : 2008-05-26

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum